Dosa Ghibah (bergunjing)

Di posting oleh Adhie Holland pada 07:47 PM, 19-May-13 • Di: Artikel Islami

601899-602843129727055-17.jpg


Assalamu'alaikum

Marilah kita simak firman Allah dalam QS Al Hujurat yang artinya sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang "SUKA MEMAKAN DAGING SAUDARANYA YANG SUDAH MATI?" Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (TQS Al-Hujurat:12)
Demikianlah, Allah mengumpamakan antara menggunjing (ghibah) dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Lalu Apakah ghibah itu?

Sesuai apa yang diterangkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pada Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud : Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Tahukah kamu apa ghibah itu ? Jawab sahabat : Allah dan Rasulullah yang lebih tahu. Kemudian Rasulullah bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ? Jawab Rasulullah : “Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya.”

Dalam kitab al Adzkar, Imam An Nawawy memberikan definisi, Ghibah adalah menyebutkan hal-hal yang tidak disukai orang lain, baik berkaitan kondisi badan, agama, dunia, jiwa, perawakan, akhlak, harta, istri, pembantu, gaya ekspresi rasa senang, rasa duka dan sebagainya, baik dengan kata-kata yang gamblang, isyarat maupun kode.

Di era sekarang ini, meng-ghibah (bukan hibahloh…) dapat dilakukan dengan tulisan, sms, email, bahkan lewat bahasa tubuh-pun bisa. Adapun kalau sekedar membathin, belum bisa disebut ghibah, meskipun hal ini juga termasuk prasangka.
Dalam QS Al Hujurat ayat 12 tadi disebutkan bahwa ber-prasangka pun kita sebaiknya berhati-hati, karena sebagian dari prasangka adalah dosa.
Dalam hal ini adalah prasangka yang buruk (su’udzon).
Sebaliknya kita dianjurkan untuk selalu berkhusnudzon atau prasangka yang baik. Ghibah dikatakan mempunyai dosa ganda. Karena selain kita harus memohon ampun kepada Allah, dan allah maha pengampun atas dosa-dosa kita. Namun, kita juga harus meminta maaf kepada orang yang kita gunjing tersebut, ini yang terkadang menjadi sulit bagi diri kita. Apalagi jika yang kita gunjing jumlahnya banyak sekali, na'udzubillahi min dzaalik.

Dalam Sebuah hadist dari abu Hurairah radhiallahu anhuma, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bersalah kepada saudaranya maka kita harus minta maaf kepada dia sebelum meninggal, karena jika tidak, maka amal kita akan dilimpahkan kepadanya, atau jika kita tak memiliki amal, maka amal buruk dia akan dilimpahkan kepada kita."
Na’udzubillahim indzaalik.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar